Apa Kata Data ? | Revolusi Industri 4.0, Siap Menjelajahi Profesi Baru

Latar Belakang

Sekarang ini, kita sudah memasuki revolusi industri 4.0. Contohnya saja transportasi online seperti Gojek yang sudah lama menjamur di Indonesia. Kemunculan angkutan online ini kian hari semakin melejit dan menggantikan posisi taksi dan ojek konvensional sebagai sarana transportasi masyarakat setiap harinya. Tak hanya ojek online, masih banyak fenomena-fenomena yang mengindikasikan adanya revolusi industri 4.0. Secara global, sudah banyak aspek yang berinovasi karena revolusi industri generasi ke-4 ini. Misalnya, virtual reality, augmented reality, Internet of Things, cloud computing, big data, dan masih banyak lagi. Revolusi industri 4.0 terjadi karena konvergensi berbagai teknologi digital yang bekembang di abad ke-21. Teknologi yang murah dan masif ini menimbulkan fenomena disrupsi dan melahirkan model bisnis baru. Oleh karena itu, inovasi dan perkembangan yang pesat dalam bidang teknologi inilah yang menjadi faktor utama dari pergerakan revolusi industri 4.0.


Perkembangan Industri

Banyak perusahaan di seluruh dunia yang mulai mengganti tenaga manusia dengan sistem komputer, contohnya adalah transaksi di bank. Sejak ada mesin ATM dan mobile banking, bank mulai mengurangi jumlah pegawai. Contoh lainnya adalah penggunaan e-money pada pembayaran tol, penggunaan ovo untuk belanja di mini market, dan lain-lain. Nah hal-hal itu merupakan bentuk produk dari revolusi industri 4.0. Menurut European Parliamentary Research Service, revolusi industri telah terjadi empat kali.

Industri 1.0

Revolusi Industri yang pertama terjadi pada abad ke-18 di Inggris. Revolusi industri ini ditandai dengan adanya penemuan mesin uap yang digunakan untuk proses produksi barang. Teknologi yang awalnya bergantung pada manusia akhirnya tergantikan oleh mesin.

Industri 2.0

Revolusi industri 2.0 terjadi di awal abad ke-20. Revolusi industri ini ditandai dengan penemuan tenaga listrik. Pada saat itu pula, industri mulai melakukan proses produksi secara massal.

Industri 3.0

Revolusi industri 3.0 terjadi pada tahun 1970. Di tahap ini, teknologi komputer untuk otomatisasi manufaktur mulai diandalkan.

Industri 4.0

Pada revolusi industri 4.0 ini, sistem siber-fisik, perkembangan teknologi sensor, interkoneksi, dan analisis data kian meroket. Perkembangan ini yang kemudian memupuk gagasan-gagasan untuk mengintegrasikan seluruh teknologi tersebut ke dalam berbagai bidang industri.


Internet of Things

Kalian pasti sudah pada tahu bahwa bidang industri ini mulai menyentuh dunia virtual yang menghubungkan manusia, mesin, dan data. Bentuk konektivitas ini disebut dengan IoT (Internet of Things). World Economic Forum berpendapat bahwa IoT adalah unsur yang berperan besar dalam revolusi industri 4.0 dan berkembang secara eksponensial. Secara statistik, telah diprediksi bahwa pada tahun 2020 akan ada lebih dari 50 milyar benda yang terhubung ke internet. Pada era ini, nantinya akan banyak profesi yang pekerjaannya bisa dilakukan di mana pun, termasuk di dalam rumah. Profesi-profesi ini hanya mengandalkan internet seperti designer, bisnis online, dll. Selain itu, kita dapat menyerap informasi apa saja, seperti travelling, pengetahuan umum, berita, transportasi, dan masih banyak lagi. Lewat platform digital, berbagai layanan ini bisa dijangkau oleh banyak orang di berbagai daerah. Pada akhirnya, orang-orang yang tinggal jauh dari area metropolitan mendapat keuntungan karena mereka bisa mengakses berbagai layanan hanya dengan internet.


Era revolusi industri 4.0 memang punya banyak dampak positif. Akan tetapi, kita harus tetap serba hati-hati dan menyikapinya dengan bijak. Perkembangan teknologi yang cepat pada akhirnya akan membunuh sejumlah pekerjaan. Namun, tentu saja lahan pekerjaan yang baru akan semakin bermunculan. Maka dari itu, sudah siapkah kamu menghadapi perubahan ini?


Materi Lengkap

Silakan baca juga beberapa artikel menarik kami tentang Apa Kata Data, daftar lengkapnya adalah sebagai berikut.


Tonton juga video pilihan dari kami berikut ini

Bagikan ke teman-teman Anda

Contact Us

How to whitelist website on AdBlocker?

How to whitelist website on AdBlocker?

  1. 1 Click on the AdBlock Plus icon on the top right corner of your browser
  2. 2 Click on "Enabled on this site" from the AdBlock Plus option
  3. 3 Refresh the page and start browsing the site
error: Content is protected !!
Up