Statistik Narkoba | Fakta Menarik di Balik Jeruji Besi Selama Ini

Latar Belakang

Narkoba sudah menjadi buah bibir di masyarakat, hampir semua kalangan mengenal dan pernah mendengar apa itu narkoba. Di Indonesia pada khususnya, menempatkan narkoba sebagai salah satu permasalahan besar yang sulit untuk dibendung eksistensinya. Kondisi ini patut menjadi perhatian keras oknum pemerintah dan masyarakat dalam menekan eksistensi narkoba, namun mirisnya akhir-akhir ini kerap dijumpai beberapa oknum yang lalai dan menjadi gerbong pemasaran narkoba.


Kawasan Segitiga Emas Narkoba

Narkoba telah menjadi ancaman yang mengerikan bagi Indonesia. Pada 2017, jumlah pengguna narkoba mencapai sekitar 3,5 juta orang. Terdapat 12 ribu kematian terkait narkoba atau lebih rincinya, terdapat 33 orang meninggal setiap harinya akibat narkoba. United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) menyebutkan bahwa wilayah Asia Tenggara menjadi salah satu pasar terbesar metafetamin. Collie Brown, country manager UNODC, mengatakan bahwa segitiga emas untuk metafetamin ditemukan dengan jumlah volume tinggi di sejumlah negara termasuk Australia, Jepang, Selandia Baru, Malaysia, dan Indonesia. Metafetamin dapat menyebabkan seseorang menjadi sakau dalam jangka waktu 6-12 jam, lebih parah dibanding kokain atau ganja yang hanya berlangsung sekitar 2-3 jam.


Narkoba di Balik Jeruji Besi

Disaat narkoba menjadi masalah serius, pihak yang seharusnya menjadi pengendali malah memperburuk keadaan. Penjara yang menjadi tempat bagi narapidana kasus narkoba menjalani hukuman, ternyata justru berpotensi menjadi surga bagi pengguna dan pengedar. Bahkan di lembaga pemasyarakatan (lapas) terdapat tempat khusus pesta narkoba. Tak hanya itu, para bandar bahkan menggerakkan bisnisnya di balik jeruji. Pada 2019, BNN dan pihak Beacukai telah melakukan penyitaan sebanyak 1,5 ton narkoba berjenis ganja di Lapas Kebon Waru Bandung. Deputi pemberantasan, Irjen Arman Depari, menyebutkan bahwa 90% peredaran narkoba dikendalikan oleh narapidana. Modus Lama Pengedaran Narkoba di Lapas adalah dengan menyelipkan di dalam tumpukan buku, baju, rokok, dan kotak makanan. Sementara modus baru adalah dengan menggunakan drone kemudian mengirimkannya tepat di dalam penjara. Selain itu juga menggunakan layangan yang diputuskan dan diselundupkan melalui tubuh anak.


Statistik Narkoba di Indonesia

Provinsi dengan Angka Prevalensi Jumlah Penyalahguna Narkoba Tertinggi

Pengaruh narkoba telah menyentuh setiap lini di daerah Indonesia. Provinsi dengan angka prevalensi jumlah penyalahguna tertinggi yaitu DKI Jakarta yakni sebanyak 260.656 dari 7.800.600 penduduk. Disusul Sumatera Utara sebanyak 256.657 orang dari 10.137.500 penduduk, dan Kalimantan Timur sebanyak 43.911 orang dari 2.071.436 penduduk.


Jenis Narkoba yang Banyak Digunakan

Jenis narkoba yang paling banyak digunakan adalah ganja dengan jumlah penyalahguna sebanyak 1.742.285 orang. Ganja paling banyak dikonsumsi di Provinsi Sumatera Utara, Jambi, dan Maluku. Disusul oleh sabu dengan penyalahguna sebanyak 851.051 orang. Sabu banyak dikonsumsi di Provinsi Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, dan Kalimantan Timur. Ekstasi pun tak kalah eksisnya dibanding jenis narkoba lain. Jumlah penyalahgunanya mencapai 512.812 orang. Ekstasi banyak dikonsumsi oleh pengguna di Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.


Proporsi Penyalahguna Terbesar Berdasarkan Kelompok

Data menunjukkan bahwa kelompok pekerja merupakan penyalahguna terbesar, yakni sebanyak 1.991.909 orang. Disusul oleh kelompok pelajar, yakni sebanyak 810.267 orang, dan sisanya merupakan populasi umum sebanyak 573.939 orang.


Proporsi Penyalahguna Narkoba Berdasarkan Jenis Kelamin

Proporsi penyalahguna narkoba tidak hanya menjerat kaum laki-laki saja. Kaum perempuan pun dapat terpedaya oleh narkoba. Data menunjukkan sebesar 28%, tepatnya 945.312 orang perempuan “akrab” dengan narkoba. Ini bukanlah angka yang kecil. Maka perlu adanya kewaspadaan untuk semua orang terhadap narkoba.


Dampak yang diderita oleh Pengguna Narkoba (Persen)

Penggunaan narkoba dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti kejiwaan, paru-paru, HIV AIDS, sakit syaraf hingga hepatitis c.


Tempat Rehabilitasi Paling Banyak dipilih Pengguna Narkoba

Tempat rehabilitasi yang banyak dipilih oleh penyalahguna narkoba adalah pengobatan sendiri, seperti mengonsumsi jamu untuk mengatasi sakau.

Saat ini, ada 2-3 juta generasi muda Indonesia yang menyalahgunakan narkoba. Tentunya, bukan sekadar perang secara fisik, melainkan juga secara ideologis dan norma yang dapat meruntuhkan generasi penerus. Semakin banyak generasi muda yang tergiur untuk mencoba narkoba. Jika generasi muda punah, mau dibawa kemana bangsa ini?


Materi Lengkap

Silakan baca juga beberapa artikel menarik kami tentang Data Menjawab, daftar lengkapnya adalah sebagai berikut.


Tonton juga video pilihan dari kami berikut ini

Bagikan ke teman-teman Anda

Contact Us

How to whitelist website on AdBlocker?

How to whitelist website on AdBlocker?

  1. 1 Click on the AdBlock Plus icon on the top right corner of your browser
  2. 2 Click on "Enabled on this site" from the AdBlock Plus option
  3. 3 Refresh the page and start browsing the site
error: Content is protected !!
Up