Negara Tidak Hanya Butuh SDM Pintar | Tingkat Konsumsi Kalori dan Protein di Indonesia

Pemerintah menyadari bahwa sumber daya manusia yang berkualitas adalah sumber daya manusia dengan fisik yang tangguh, mental kuat, dan kesehatan yang prima. Hal ini merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan. Makanan yang dikonsumsi penduduk mengandung banyak zat gizi, seperti karbohidrat, protein, dan lemak yang semuanya mengandung kalori. Kalori sendiri merupakan satuan ukur untuk menyatakan nilai energi. Kekurangan kalori akan menjadikan tubuh lemah dan daya tahan tubuh menurun. Sedangkan protein merupakan nutrisi penting yang berguna untuk pembentukan sel-sel baru dalam tubuh, mempengaruhi kerja enzim, hormon, dan kekebalan tubuh.


Proporsi Konsumsi

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 75 Tahun 2013 tentang angka kecukupan gizi, angka yang dianjurkan bagi bangsa Indonesia adalah 2150 kalori dan 57 gram protein. Konsumsi kalori secara nasional adalah 2147,09 kkal sedangkan protein sebanyak 62,19 gram.

Komoditas Makanan dan Daerah Tempat Tinggal

Proporsi Konsumsi Kalori Per Kapita Sehari Menurut Kelompok Komoditas Makanan dan Daerah Tempat Tinggal

Tingginya proporsi kalori yang berasal dari padi-padian tidak lepas dari beras yang dikonsumsi sebagian besar rakyat Indonesia sebagai makanan pokoknya.

Proporsi Konsumsi Protein Per Kapita Sehari Menurut Kelompok Komoditas Makanan dan Daerah Tempat Tinggal

Kelompok makanan padi-padian, makanan dan minuman jadi, serta ikan/udang/cumi/kerang merupakan tiga kelompok makanan yang kandungan proteinnya paling besar dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.


Perolehan Makanan dan Daerah Tempat Tinggal

Konsumsi Kalori Berdasarkan Makanan Dimasak di Rumah dan Makanan Jadi

Konsumsi Protein Berdasarkan Makanan Dimasak di Rumah dan Makanan Jadi

Konsumsi kalori di perdesaan dan perkotaan sudah mencapai standar nasional. Namun, konsumsi protein lebih tinggi di perkotaan daripada perdesaan sebagai akibat dari perbedaan kesejahteraan antara masyarakat di perdesaan dan perkotaan.


Kuintil Pengeluaran

Konsumsi kalori dan protein juga dapat digunakan sebagai indikator untuk mengukur kesejahteraan penduduk. Salah satu caranya yakni dengan melihat kuintil pengeluaran. Semakin tinggi kuintil pengeluaran, maka semakin tinggi tingkat konsumsi kalori dan protein.


Konsumsi Kalori Setiap Provinsi

Jenis Komoditi Tertinggi (kkal) Terendah (kkal)
Padi NTT (118,79) Papua (576,38)
Umbi-Umbian Papua (476,92) Aceh (13,77)
Ikan Kalimantan Utara (96,94) DIY (25,13)
Daging Bali (97,48) Maluku Utara (11,78)
Telur dan Susu DKI Jakarta (104,7) NTT (21,72)
Sayuran Lampung (54,3) Kalimantan Selatan (26,74)
Minyak dan Kelapa Riau (348,49) NTT (158,51)
Kacang-Kacangan Jawa Timur (84,43) Maluku Utara (14,15)
Buah-Buahan Lampung (75,96) Papua (28,94)
Bahan Minuman Kalimantan Tengah (97,48) Maluku Utara (11,78)
Makanan dan Minuman Jadi DIY (756,5) Papua (157,54)

Setiap provinsi memiliki spesialisasi konsumsi yang berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti Papua yang memiliki makanan pokok umbi-umbian, Kalimantan yang memiliki banyak ikan sehingga konsumsi ikannya lebih banyak dibanding provinsi lain, serta masyarakat Riau dan Sumatera Barat yang banyak mengonsumsi minyak dan kelapa sehingga dikenal dengan makanannya yang berbumbu tajam.


Materi Lengkap

Silakan baca juga beberapa artikel menarik kami tentang Data Menjawab, daftar lengkapnya adalah sebagai berikut.


Tonton juga video pilihan dari kami berikut ini

Bagikan ke teman-teman Anda

Contact Us

How to whitelist website on AdBlocker?

How to whitelist website on AdBlocker?

  1. 1 Click on the AdBlock Plus icon on the top right corner of your browser
  2. 2 Click on "Enabled on this site" from the AdBlock Plus option
  3. 3 Refresh the page and start browsing the site
error: Content is protected !!
Up