Memantau Perkembangan TIK Sejak Sebelum Masehi

Sejarah Perkembangan TIK

Zaman Prasejarah (Hingga 3000 SM)

Perkembangan TIK diawali dari zaman prasejarah yang berlangsung hingga 3000 SM (sebelum masehi). Manusia pada zaman ini belum mengenal apa itu teknologi sehingga mereka mencoba untuk berkomunikasi menggunakan gambar yang diletakkan di dinding-dinding gua tempat mereka tinggal. Lambat laun, kemampuan berkomunikasi semakin berkembang. Mereka mulai menggunakan bahasa isyarat. Hingga suatu waktu, mereka menciptakan alat komunikasi sederhana untuk berkomunikasi, seperti kentongan yang terbuat dari tanduk hewan. Tak berhenti disitu, mereka menciptakan simbol seperti pictograph yang digunakan untuk melambangkan huruf.

Zaman Sejarah (3000 SM – 1400 M)

Pada zaman ini, ilmu pengetahuan mulai berkembang. Hal ini berdampak langsung pada perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Pada 2900 SM, bangsa Mesir Kuno menciptakan heiroglyph berupa simbol. Pada 500 SM, kertas mulai ditemukan. China mulai mengembangkan kertas seperti yang ada saat ini.

Zaman Modern (1400 M – Sekarang)

Seperti yang dapat kita lihat perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada zaman modern jauh lebih maju dibandingkan zaman sebelumnya. Hal ini ditunjukkan dengan penemuan telegraf, telepon, hingga handphone yang telah berkembang menjadi smartphone. Adapun penemuan terbesar era modern yakni internet dan website yang telah melekat pada manusia yang hidup di era ini.


Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK)

Indeks pembangunan teknologi informasi dan komunikasi atau disingkat IP-TIK dikembangkan oleh International Telecommunication Union (ITU) dengan nama ICT Development Index. IP-TIK sangat penting sebagai ukuran standar tingkat pembangunan TIK di suatu wilayah yang dapat dibandingkan antarwaktu dan antarwilayah. Selain itu, IP-TIK juga dapat mengukur pertumbuhan pembangunan TIK, mengukur gap digital atau kesenjangan digital antarwilayah, dan mengukur potensi pembangunan TIK.

Tahun 2019 merupakan tahun ke-4 BPS melakukan perhitungan IP-TIK dengan metode terkini berdasarkan buku Measuring Information Society yang dipublikasikan oleh ITU. Di dalam perhitungannya, terdapat 11 indikator penyusun IP-TIK yang terbaik dalam 3 subindeks, yaitu subindeks akses dan infrastruktur, subindeks penggunaan, dan subindeks keahlian. Data yang digunakan untuk IP-TIK bersumber dari BPS dan Kominfo.

Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi, 2017-2018

IP-TIK Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dengan skala 0-10, IP-TIK Indonesia tahun 2018 sebesar 5,07 mengalami peningkatan dibanding IP-TIK tahun 2017 sebesar 4,96.

IP-TIK Provinsi Tertinggi dan Terendah, 2017-2018

Secara umum, terjadi peningkatan nilai IP-TIK provinsi di Indonesia dari tahun 2017 ke 2018. Provinsi dengan nilai IP-TIK Indonesia adalah DKI Jakarta, yakni sebesar 7,14 di tahun 2018. Sedangkan provinsi dengan nilai IP-TIK terendah adalah Papua, yakni sebesar 3,3 di tahun 2018, menurun 0,2 poin dibandingkan tahun 2017.


Perkembangan TIK Era Modern

Perkembangan TIK cenderung mengalami peningkatan pada tahun 2015 hingga 2018 di beberapa indikator. Pelanggan telepon per 100 penduduk terus meningkat hingga 2017, lalu menurun di tahun 2018 sebesar 121,04. Hal ini menunjukkan bahwa satu penduduk berlangganan lebih dari 1 kartu. Perkembangan penetrasi di Indonesia juga mengalami kecenderungan positif. Peningkat ini didukung oleh perluasan penyediaan broadband internet di Indonesia, yakni mobile broadband dan fixed broadband.

Perkembangan Akses Rumah Tangga Indonesia Terhadap TIK, 2015-2018

Kepemilikan komputer oleh rumah tangga di Indonesia mengalami peningkatan dari 18,71% di tahun 2015 menjadi 20,05% di tahun 2018. Hal ini dapat diartikan bahwa pada tahun 2018 terdapat 20 dari 100 rumah tangga yang minimal memiliki 1 komputer di dalam rumah tangganya. Sedangkan dalam hal penetrasi internet, 66,22% rumah tangga telah memiliki akses terhadap internet di tahun 2018. Nilai ini meningkat dari tahun 2015 dengan penetrasi internet sebesar 38,4%.


Materi Lengkap

Silakan baca juga beberapa artikel menarik kami tentang Data Menjawab, daftar lengkapnya adalah sebagai berikut.


Tonton juga video pilihan dari kami berikut ini

Bagikan ke teman-teman Anda

Contact Us

How to whitelist website on AdBlocker?

How to whitelist website on AdBlocker?

  1. 1 Click on the AdBlock Plus icon on the top right corner of your browser
  2. 2 Click on "Enabled on this site" from the AdBlock Plus option
  3. 3 Refresh the page and start browsing the site
error: Content is protected !!
Up