Kilas Balik Covid-19, Apakah Covid-19 Memang Nyata ?

Latar Belakang

Saat ini, dunia sedang menghadapi masalah yang disebabkan oleh benda kecil yang menyebar ke seluruh dunia dengan cepat. Benda yang dimaksud adalah virus corona. Virus ini mengakibatkan terhentinya berbagai aktivitas di dunia, mulai dari sekolah, kantor, pusat perbelanjaan, hingga tempat rekreasi. Covid-19 (Corona Virus Disease-2019) muncul pada akhir tahun 2019 yang disebabkan oleh N-CoV (Novel Corona Virus). Virus ini merupakan bagian dari keluarga virus corona yang memiliki jenis-jenis lain yang juga pernah menjadi permasalahan dunia, seperti SARS-CoV dan MERS-CoV. Virus corona menyebar dengan perantara droplet, tetesan yang keluar dari orang yang terinfeksi. Tetesan ini juga dapat jatuh ke permukaan suatu benda yang apabila dipegang orang lain dapat berpotensi untuk tertular.


Asal Mula Covid-19

Dilansir dari news.detik.com, penyebaran virus corona bermula dari sebuah kota di China yang bernama Wuhan. Sejumlah pasien dengan penyakit tak dikenal berdatangan ke Rumah Sakit Pusat Wuhan pada awal Desember 2019. Li Wen Liang, dokter di Rumah Sakit Wuhan tampil sebagai “whistle blower” dan menyebarkan berita virus misterius tersebut di sosial media. Beliau mengatakan bahwa pasien menunjukkan gejala radang paru-paru akibat virus. Pejabat kesehatan China baru bergerak menyelidiki pecahnya wabah. Sejumlah pasien pertama punya akses ke pasar ikan Huanan, yang juga menjual binatang liar.

Pada awal Januari, pasar ditutup. Mengawali tahun 2020, pejabat kesehatan China mengumumkan penyebab virus corona jenis baru. Seorang pasien berusia 61 tahun jadi korban meninggal pertama. Jumlah yang terinfeksi meningkat drastis. Tak lama kemudian, Thailand mengonfirmasi pasien corona pertama di luar China. Jepang melaporkan kasus perdana berikutnya. Tidak ada di antara pasien ini yang pernah datang ke pasar di Wuhan. Kemungkinan besar penularannya dari orang ke orang. Di China, virus menyebar ke berbagai kota. Warga mulai memakai masker. 200 kasus diakui resmi, tapi diduga jumlahnya jauh lebih banyak.

Pada akhir Januari 2020, tenaga medis di Wuhan, yang kontak langsung dengan pasien, mulai terinfeksi dan sakit. Taiwan dan Amerika Serikat melaporkan kasus corona, disusul negara-negara lain, termasuk Jerman. Pemerintah China memutuskan langkah drastis. Semua transportasi di Wuhan dihentikan, termasuk transportasi umum. Ilmuwan menemukan, virus corona punya masa inkubasi. Orang yang tertular tapi belum menunjukkan gejala, jadi berbahaya. Dalam waktu bersamaan, liburan Imlek dimulai. Jutaan orang bergerak mudik massal. Di saat itu, dikonfirmasi 2.000 kasus di seluruh dunia, 50 orang meninggal. WHO menyatakan wabah sebagai situasi darurat kesehatan global, dan menyerukan tindakan terkoordinir internasional.

Mulai Februari 2020, Kota Wuhan tetap ditutup total. Semua provinsi di China daratan sudah melaporkan adanya kasus corona. Pada 26 April 2020, telah terdapat total kasus sebanyak 2.932.324, dengan total kematian 203.603, dan total sembuh 839.092. Kasus terbanyak terdapat di USA dengan jumlah 960.896, dengan total kematian 54.265, dan total sembuh 118.162.

China, tempat pertama kali virus itu menyebar memberlakukan lockdown di Wuhan sejak 23 Januari 2020. Beberapa negara pun mengikuti langkah China, seperti Italia, India, Spanyol, dan Inggris. Namun, tiap negara memiliki mekanisme yang berbeda. Meskipun China dianggap sukses menekan penyebaran virus corona dengan adanya lockdown, ada pula negara yang justru kacau sejak lockdown berlangsung.


Tipe Virus Corona

Ada dua tipe virus corona yang pernah menyerang manusia, yakni sebagai berikut :

Alfacorona

Alfacorona menyerang saluran pernapasan bagian atas. Virus corona yang termasuk dalam alfacorona di antaranya HCoV-229E, HCoV-OC43, HCoV-NL63, dan HCoV-HKU1.

Betacorona

Betacorona lebih berbahaya daripada alfa corona karena menyerang saluran pernapasan bagian bawah. Virus corona yang termasuk dalam betacorona di antaranya SARS-Cov, MERS-Cov, dan N-Cov


Gejala-Gejala Covid-19

Penderita Covid-19 memiliki gejala-gejala awal yang berbeda dan tidak terlalu signifikan. Menurut WHO, kebanyakan penderita Covid-19 memiliki gejala demam, batuk kering, dan rasa lelah.


Pencegahan

Pencegahan dapat meminimalisasi peluang untuk tertular Covid-19. Oleh karena itu, kita perlu menerapkan berbagai upaya agar dapat terhindar dari Covid-19.

Cuci tangan

Di masa pandemi ini, cuci tangan merupakan hal yang harus dilakukan sesering mungkin. Cuci tangan menggunakan sabun dengan metode 6 langkah yang dianjurkan WHO.

Jaga jarak

Jaga jarak atau physical distancing merupakan salah satu langkah dalam pencegahan tertularnya virus corona. Kita dapat menjaga jarak dengan orang-orang sekitar minimal 1 meter.

Berolahraga

Olahraga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengeluarkan bakteri dari paru-paru. Selain itu, olahraga dapat mengurangi kadar hormon stress tubuh sehingga tubuh dapat terlindung dari penyakit.

Istirahat cukup

Manusia memerlukan tidur sebagai cara untuk mengistirahatkan seluruh tubuh mereka. Tidur yang cukup dapat meningkatkan sistem imun tubuh. Waktu tidur yang baik untuk orang dewasa adalah 7-9 jam. Sedangkan untuk remaja adalah 8-10 jam.

Asupan gizi yang cukup

Makanan yang bergizi sangat penting untuk menjaga imunitas agar terhindar dari infeksi penyakit, terutama Covid-19. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan pola makan 4 sehat 5 sempurna.


Materi Lengkap

Silakan baca juga beberapa artikel menarik kami tentang Data Menjawab, daftar lengkapnya adalah sebagai berikut.


Tonton juga video pilihan dari kami berikut ini

Bagikan ke teman-teman Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact Us

How to whitelist website on AdBlocker?

How to whitelist website on AdBlocker?

  1. 1 Click on the AdBlock Plus icon on the top right corner of your browser
  2. 2 Click on "Enabled on this site" from the AdBlock Plus option
  3. 3 Refresh the page and start browsing the site
error: Content is protected !!
Up