Metode Statistika – Variabel Diskrit dan Kontinu

Berikut disajikan beberapa contoh pemaparan untuk memperjelas perbedaan antara variabel diskrit dan kontinu, juga untuk memperjelas pemanfaatan dari skala data.

Baca Juga : Apa Sih Skala Data itu?

Variabel Diskrit

Variabel Diskrit adalah variabel dengan data kategori atau yang membedakan dan mengelompokkan datanya berdasarkan jenis tertentu. Biasanya data pada variabel ini didapatkan dari hasil penghitungan.

Contoh

  1. Jumlah kendaraan roda empat yang melewati lampu lalu-lintas
  2. Sikap seseorang terhadap suatu pernyataan
  3. Nilai UTS
  4. Kota kelahiran mahasiswa
  5. Golongan darah mahasiswa

Penjelasan

  1. Terdapat banyak kategori seperti sedan, minibus,  bus, truk dan lain sebagainya. Sehingga skala pengukuran yang digunakan adalah skala Nominal, karena kategori kendaraan roda 4 hanyalah sebagai pembeda saja.
  2. Sikap dapat berupa sangat setuju, setuju, biasa saja, tidak setuju, sangat tidak setuju. Sehingga skala pengukuran yang sesuai adalah skala Ordinal, karena kategori tersebut dapat disimbolkan dengan angka dan dapat di urutkan dari yang setuju hingga tidak setuju.
  3. Untuk nilai UTS, skala pengukuran yang digunakan adalah skala Rasio, karena misal dapat terjadi nilai 0 secara mutlak. Selain itu, misal A mendapat nilai 50 dan B mendapat nilai 100, maka dapat dinyatakan bahwa nilai B adalah dua kali nilai A. Kemudian juga dapat menggunakan skala Ordinal, karena dapat diurutkan dari yang memiliki nilai tinggi ke rendah.
  4. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala Nominal, karena nama kota kelahiran hanya menjadi pembeda saja dan tidak menunjukkan tingkatan tertentu.
  5. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala Nominal, karena kategori golongan darah A, B, AB, atau O hanyalah sebagai pembeda bukan menunjukkan kategori mana yang lebih baik.

Variabel Kontinu

Variabel Kontinu merupakan variabel yang datanya bisa dioperasikan secara matematis. Data untuk variabel ini didapatkan dari proses pengukuran, sehingga data tersebut bisa saja mempunyai bentuk pecahan atau desimal.

Contoh

  1. Waktu istirahat setiap orang
  2. Usia mahasiswa (dalam angka)
  3. Jarak tempuh mahasiswa dari kos menuju kampus
  4. Gaji seorang pegawai
  5. Suhu di suatu tempat

Penjelasan

  1. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala Interval, karena jika terdapat orang seseorang dengan waktu istirahat pada pukul 00.00 bukan berarti waktunya kosong, tetapi sama dengan pukul 12 malam.
  2. Skala yang digunakan adalah skala Ordinal, karena data usia tersebut dapat diurutkan dari yang tua hingga muda.
  3. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala Ordinal, karena dari data jarak tempuh tersebut dapat diurutkan berdasarkan jauh dekatnya.
  4. Untuk variable tersebut, skala pengukuran yang digunakan adalah skala Ordinal, karena data gaji dapat diurutkan dan dapat menunjukkan pegawai yang memiliki gaji tertinggi dan terendah.
  5. Untuk variable tersebut, skala pengukuran yang digunakan adalah skala Interval, karena nilai 0 pada suhu tidaklah mutlak. Pada suhu 0 derajat Celsius akan berbeda ketika di ukur menggunakan derajat Reaumur atau Fahrenheit.

Perbedaan Mendasar

Pembeda Variabel
Diskrit Kontinu
Diwakili oleh Satu unit angka Suatu rentang angka
Kemampuan Pengkategorian Penghitungan
Skala Data Nominal Ordinal, Interval, Rasio
Diperoleh dari Penghitungan Pengukuran
Bentuk Dominan Bilangan Bulat Bilangan Desimal
Overlap (Bertumpuk) Tidak bisa Sangat dimungkinkan

Tonton juga video pilihan dari kami berikut ini

Bagikan ke teman-teman Anda

Contact Us

How to whitelist website on AdBlocker?

How to whitelist website on AdBlocker?

  1. 1 Click on the AdBlock Plus icon on the top right corner of your browser
  2. 2 Click on "Enabled on this site" from the AdBlock Plus option
  3. 3 Refresh the page and start browsing the site
error: Content is protected !!
Up